Jangan lupa kawan, kami akan live mural bersama mbak Caitlin taguibao dari Canada.
Datang, ramaikan, workshop, sablonase dan jajanlah merchandise menarik.
Berbahagia dan jangan lupa senam di survive_garage di minggu pagi
dipandu atlet senam athletic porda kecamatan bugisan bayuwidodo salam
kliwir 4.
Tampilkan postingan dengan label festival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label festival. Tampilkan semua postingan
Minggu, 20 Desember 2015
Rabu, 10 Juni 2015
(GIGS) IN THE SCHOOL
wow...menarik smapem#2 mungkin hanya satu satunya sekolah di gunungkidul yang masih bisa membuat gig s seperti ini...menampilkan band sekolah, band band lokal dan bintang tamu bersamaan. (tidak ada pesta ultah tiup lilin mungkin pepatah yang pas sayangnya lilin di kue itu di tersenggol begitu saja oleh tamu sebelum ucapan selamat)
Senin, 17 November 2014
Nandur Srawung
Pertengahan bulan oktober 2014 kami dapat undangan acara ini. Dari Alex TMT selaku koordinator street art, bahwa banyak seniman dan komunitas yang terlibat. Untuk street art sendiri diikuti hampir 50 seniman ( individu dan kelompok). Tanggal 13 November kukomikan berkolaborasi dengan zent prozent dapat spot di tembok sebelah utara gedung pameran Taman Budaya..
Rabu, 22 Oktober 2014
Urip Urupe Tiyang Sewon (GENENG STREET ART # 2)
Festival Geneng Street Art Project 2014
URIP URUPE TIYANG SEWON. Project kedua yang digagas oleh Ruang Kelas SD, berkolaborasi bersama Mahasiswa Kampus Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dan Komunitas Street Art di Yogyakarta ini kembali menggarap kampung di sekitar kampus ISI Yogyakarta untuk disemarakkan dengan berbagai karya dari para street artists di Yogyakarta dan sekitarnya. Projek kedua ini akan dibuat semacam festival dengan berbagai bentuk acara lain untuk menggiatkan kerja seni rupa di ruang publik yang menggunakan payung street art, termasuk graffiti, mural, stencil, wheate paste, patung, instalasi, seni penanda jalan, dsb. Kerja yang diharapkan dapat semakin membentuk apresiasi, partisipasi, dan daya kritis masyarakat melalui karya seni terutama street art.
Tema Urip Urupe Tiyang Sewon diambil dari idiom bijak bahasa Jawa, yang kurang lebih berarti “hidup nyalanya warga Sewon”. Tema ini dimaksudkan untuk memperlihatkan bagaimana warga menghadapi persoalan sehari-harinya, termasuk perubahan-perubahan sosial dan budaya yang terjadi di lingkungannya. Dalam proses adaptasi terhadap berbagai perubahan itu, nampak pula menguatnya pengetahuan lokal yang mereka bangun sendiri berdasar pengalaman dan interaksi sosial di antara warga. Dari persoalan-persoalan itu, para street artist dari Yogyakarta dan berbagai negara yang diundang dapat menceburkan diri dalam lingkungan warga Sewon untuk mengamati dan mengalami dinamika yang terjadi di antara mereka. Kerja seni pada dinding dan halaman warga ini dengan sendirinya membutuhkan interaksi yang intim dengan warga, termasuk kemungkinan kolaborasi dan diskusi mengenai karya.
Sewon adalah sebuah kecamatan yang kebanyakan meliputi desa-desa dengan topografi yang khas di Kabupaten Bantul. Mayoritas berasal dari pekerja pertanian, yang kemudian mulai berpindah profesi pada kerja-kerja yang lain termasuk buruh bangunan, pedagang kecil, pegawai pertokoan, dan kerja rumah tangga kecil lainnya. Munculnya perumahan, pabrik baru, kompleks pertokoan baru, gedung-gedung kantor dan kampus, mengakibatkan perubahan-perubahan dalam relasi sosial yang terjadi, termasuk dalam bidang ekonomi, seperti maraknya bisnis persewaan rumah dan kos kosan, bisnis warung makan, bisnis laundry, dan toko-toko kelontong kecil. Bidang jasa menjadi bidang usaha lain yang menjadi primadona dalam masyarakat. Proyek lewat jalur street art ini diharapkan membangkitkan daya kritis warga terhadap persoalan yang dihadapi sehari-hari yang barangkali tidak sempat mereka pikirkan secara reflektif karena kurangnya ruang diskusi dan dialog mengenai mereka sendiri.
![]() |
| poster karya isrol media legal |
Geneng Street art #2. Spot kami adalah tembok sebuah rumah kontrakan di seberang selokan. Hampir tidak ada pijakan untuk bekerja kecuali masuk ke dalam selokan. Dan itulah yang terjadi selama kurang lebih 3 hari pengerjaan. Dengan jagrak bambu dan tangga sekedarnya dari warga yang baru membangun rumah. Kami start jam 5 sore setelah tukang2 selesai bekerja.
Sketsa karya ini adalah drawingnya Stefanus Endry Pragusta. Dalam pengerjaan kami harus memotong motong desain tersebut karena ukuran tembok yang lebarnya hanya 7m dan tinggi kurang lebih 9 m. Sisi utara masih bisa kami kerjakan maksimal tetapi sisi tembok selatan ada di atas pos kamling yang kemiringan gentengnya tidak memungkinkan kami panjat.
Hari ke 3 terjadilah insiden dimana Dody Setiawan terjatuh dari tangga ke selokan. Kemiringan bambu dan licin air menjadi penyebab ambayarnya kontruksi yang kami bikin.
Minggu, 22 Juni 2014
street art tour ( Urip Uripe Tiyang Code)
"A city without graffiti is like a field without flowers"
Disini kehadiran peristiwa seni yang sesungguhnya tentang kisi-kisi kehidupan masyarakat mengalir, no elitis, tak perlu berdesakan untuk menyaksikan karya karna peristiwa seni bukan dirancang untuk disaksikan seperti kampanye atau nonton pertandingan sepak bola dan konser atau priode Sekatenan.
Street art tour Kali Code bertema "Urip-Urupe Tiyang Code" street artist menelusuri labirin gang kecil, melewati toilet-tolilet umum dan ini bukan blusukan untuk kepentingan politik praksis tetapi upaya mengalami serta merekam peristiwa selangsekarut aktivitas warga setempat. saksikan ajang kesopanan berkarya pelaku street art dibangunan hunian warga Ledok Tukangan, Kali Code pada tanggal 14-15 dan 21-22 june 2014.
Mendapatkan spot di sebuah gang senggol yang ramai dengan aktifitas warga tulangan. Lebar jalan setapak kurang lebih 1 meter saja. Di sela sela gerimis kami membuat mural ini, untunglah beberapa pemuda dari kampung yang membantu. Banyak obrolan dari kami tentang kampung Ledok Tukangan dan sensitifitas warga menjelang situasi pemilu 2014. Jangan bicara POLITIK di kampung ini. Satu pesan ( SMS) singkat untuk kami....(Sudah lewat musim terakhir pohon di ujung kampung telah binasa hanya tersisa satu batang saja yang masih tergenggam ).
kekuatan Teks dan puisi sepertinya lebih bisa diterima masyarakat dari pada visual yang riuh dan absurd. Arus Kuat Arungi Dengan Hati menyiratkan pesan bahwa sisi kearifan lokal dan kebiasaan suatu kampung urban seperti kompleks kali code ini rentan dengan banyak hal sebagai dampak dari laju kota Jogja,
Disini kehadiran peristiwa seni yang sesungguhnya tentang kisi-kisi kehidupan masyarakat mengalir, no elitis, tak perlu berdesakan untuk menyaksikan karya karna peristiwa seni bukan dirancang untuk disaksikan seperti kampanye atau nonton pertandingan sepak bola dan konser atau priode Sekatenan.
Street art tour Kali Code bertema "Urip-Urupe Tiyang Code" street artist menelusuri labirin gang kecil, melewati toilet-tolilet umum dan ini bukan blusukan untuk kepentingan politik praksis tetapi upaya mengalami serta merekam peristiwa selangsekarut aktivitas warga setempat. saksikan ajang kesopanan berkarya pelaku street art dibangunan hunian warga Ledok Tukangan, Kali Code pada tanggal 14-15 dan 21-22 june 2014.
Mendapatkan spot di sebuah gang senggol yang ramai dengan aktifitas warga tulangan. Lebar jalan setapak kurang lebih 1 meter saja. Di sela sela gerimis kami membuat mural ini, untunglah beberapa pemuda dari kampung yang membantu. Banyak obrolan dari kami tentang kampung Ledok Tukangan dan sensitifitas warga menjelang situasi pemilu 2014. Jangan bicara POLITIK di kampung ini. Satu pesan ( SMS) singkat untuk kami....(Sudah lewat musim terakhir pohon di ujung kampung telah binasa hanya tersisa satu batang saja yang masih tergenggam ).
kekuatan Teks dan puisi sepertinya lebih bisa diterima masyarakat dari pada visual yang riuh dan absurd. Arus Kuat Arungi Dengan Hati menyiratkan pesan bahwa sisi kearifan lokal dan kebiasaan suatu kampung urban seperti kompleks kali code ini rentan dengan banyak hal sebagai dampak dari laju kota Jogja,
Label:l
festival,
INDONESIA RAYA,
mural,
poster
Selasa, 30 Juli 2013
Kamis, 14 Maret 2013
Langganan:
Postingan (Atom)





















